Kamis, 27 Agustus 2015

cincin perak

Salah satu penanda seorang pria telah menikah dari cincin kawinnya. Cincin disematkan saat akad nikah atau perjanjian suci. Biasanya pria yang telah menikah akan memakai cincin kawin sepanjang hari. Hanya dilepas saat-saat tertentu saja misalnya mandi.

Akan tetapi, banyak juga pria tidak memakai cincin kawinnya. Dan, hal itu bisa mengundang tanda tanya bagi sebagian orang yang melihatnya, kadang memberanikan diri bertanya alasan tidak memakai cincin kawin. Ada beberapa alasan yang membuat seorang suami tidak memakai cincin kawin,
  • Lupa

    Bukan berarti suami itu lupa telah menikah, ladies. Yang menjadi prioritas dalam suatu pernikahan ialah pernikahan itu sendiri, bukan simbol pernikahan berupa cincin. Bila seorang pria sudah menikah, maka 43% hidupnya sadar terikat dalam pernikahan, dan mulai percaya bahwa dilahirkan untuk menikah.
  • Tidak ingin narsis atau membuktikan status menikah

    Jika seorang suami telah menikah dan tahu telah menikah, maka tidak perlu pria itu mematut diri karena telah menikah. Bagi pria yang tidak memakai cincin kawin di hari-hari biasa, bukan karena tidak peduli dengan pernikahannya. Belum tentu pria yang selalu memakai cincin kawin sehat dalam pernikahannya.
  • Menganggap hanya sebuah cincin

    Ada seorang pria yang menganggap cincin hanyalah cincin. Di awal menikah mungkin menganggap cincin ialah segalanya. Selalu mengagumi setiap lekukannya, terlebih berkilau ketika terkena sinar matahari. Membuat pria semakin berbunga-bunga. Akan tetapi, semakin bertambahnya usia pernikahan membuat pria sadar bahwa yang dibutuhkan ialah istrinya bukan cincinnya.
  • Model cincin yang dianggap berbahaya

    Bagi sebagian wanita menginginkan model cincin kawin dengan detail yang rumit. Untuk menunjukkan keistimewaan akan pernikahannya. Membuat pria enggan memakainya. Sehingga, setelah menikah pria itu tidak mau memakai cincin kawin karena dianggap berbahaya. Bisa melukai lengan saat memeluk atau menggandeng istrinya. Atau mungkin akan melukai wajah ketika diusap.
  • Cincin kawin itu mahal

    Cincin yang murah bisa saja dipakai sesuka hati, hilang pun tak jadi masalah karena bisa beli lagi. Akan tetapi, cincin kawin yang mahal terlalu sayang dipakai sehari-hari. Apalagi bila dipakai di tempat umum yang rawan terjadi kejahatan. Siapa yang tahu nasib buruk menimpa, misalnya tiba-tiba dijambret atau dicuri orang. Apa pria itu akan diam saja? Dan membiarkan cincinnya hilang begitu saja.
  • Dianggap menjengkelkan

    Kadangkala pria menganggap pernikahannya menjengkelkan, bukan itu titik utamanya ladies. Terkadang cincin kawin menyebalkan saat tidak cukup lagi dipakai karena berat badan yang naik. Belum lagi bisa menyangkut di sweater, jaket, selimut, syal atau bahan tekstil lainnya. Serat kain yang menempel di cincin tentu merusak pemandangan. Sehingga, ada pria yang memilih tidak memakai cincin kawin karena menganggap menyebalkan.

Selasa, 25 Agustus 2015

cincin perak

Alhamdulillah, wash-shalatu was-salamu ‘ala Rasulillah. Telah diajukan pertanyaan seputar masalah ini kepada Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah. Dan beliau berfatwa:Cincin tunangan adalah ungkapan dari sebuah cincin (yang tidak bermata). Pada asalnya, mengenakan cincin bukanlah sesuatu yang terlarang kecuali jika disertai i’tiqad (keyakinan) tertentu sebagaimana dilakukan oleh sebagian orang. Seseorang menulis namanya pada cincin tunangan  yang dia berikan kepada tunangan wanitanya, dan si wanita juga menulis namanya pada cincintunangan  yang dia berikan kepada si lelaki yang melamarnya, dengan anggapan bahwa hal ini akan menimbulkan ikatan yang kokoh antara keduanyaPada kondisi seperti ini, cincin tunangan  tadi menjadi haram, karena merupakan perbuatan bergantung dengan sesuatu yang tidak ada landasannya secara syariat maupun inderawi (tidak ada hubungan sebab akibat).1
Demikian pula, lelaki pelamar tidak boleh memakaikannya di tangan wanita tunangannya karena wanita tersebut baru sebatas tunangan dan belum menjadi istrinya setelah lamaran tersebut. Maka wanita itu tetaplah wanita ajnabiyyah (bukan mahram) baginya, karena tidaklah resmi menjadi istri kecuali dengan akad nikah.” (sebagaimana dalam kitab Al-Usrah Al-Muslimah, hal. 113, dan Fatawa Al-Mar`ah Al-Muslimah, hal. 476)Telah diajukan juga sebuah pertanyaan kepada Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah: “Apa hukum mengenakan cincin atau cincin tunangan apabila terbuat dari perak atau emas atau logam berharga yang lain?”Beliau menjawab: “Seorang lelaki tidak boleh mengenakan emas baik berupa cincin atau perhiasan yang lain dalam keadaan apapun. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengharamkan emas atas kaum laki-laki umat ini. Dan beliau melihat seorang lelaki yang mengenakan cincin emas di tangannya maka beliaupun melepas cincin tersebut dari tangannya. Kemudian beliau berkata:يَعْمِدُ أَحَدُكُمْ إِلَى جَمْرَةٍ مِنْ نَارٍ فَيَضُعَهَا فِي يَدِهِ؟Salah seorang kalian sengaja mengambil bara api dari neraka lalu meletakkannya di tangannya?Maka, seorang lelaki muslim tidak boleh mengenakan cincin emas. Adapun cincin selain emas seperti cincin perak atau logam yang lain, maka boleh dikenakan oleh laki-laki, meskipun logam tersebut sangat berharga. Mengenakan cincin tunangan bukanlah adat kaum muslimin (melainkan adat orang-orang kafir). Apabila cincin itu dipakai disertai dengan i’tiqad (keyakinan) akan menyebabkan terwujudnya rasa cinta antara pasangan suami istri dan jika ditanggalkan akan memengaruhi langgengnya hubungan keduanya, maka yang seperti ini termasuk syirik.2 Dan ini merupakan keyakinan jahiliyah.Maka, tidak boleh mengenakan cincin tunangan dengan alasan apapun, karena:1. Merupakan perbuatan taqlid (membebek) terhadap orang-orang yang tidak ada kebaikan sedikitpun pada mereka (yakni orang-orang kafir), di mana hal ini adalah adat kebiasaan yang datang ke tengah-tengah kaum muslimin, bukan adat kebiasaan kaum muslimin.2. Apabila diiringi dengan i’tiqad (keyakinan) akan memengaruhi keharmonisan suami istri maka termasuk syirik. Wala haula wala quwwata illa biallah. (Fatawa Al-Mar`ah Al-Muslimah, hal. 476-477)Kedua ulama ini sepakat bahwa jika cincin tunangan itu dipakai disertai i’tiqad yang disebutkan maka hukumnya haram dan merupakan syirik kecil. Adapun bila tanpa i’tiqad tersebut, keduanya berbeda pendapat. Dan pendapat Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan lebih dekat kepada al-haq dan lebih selamat. Wallahu a’lam bish-shawab.1 Menjadikan perkara tertentu sebagai sebab dalam usaha mencapai sesuatu, padahal syariat tidak memerintahkannya, dan tidak ada pula hubungan sebab akibat antara perkara tersebut dengan tujuan yang akan dicapai (secara tinjauan takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatur kejadian alam), adalah perbuatan syirik kecil; yang merupakan wasilah yang akan menyeret seseorang untuk terjatuh dalam perbuatan syirik besar yang membatalkan keislamannya. Kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari kesyirikan.

Minggu, 23 Agustus 2015

cincin perak

pada suatu ketika ada seseorang yang menanyakan tentang  arti cincin kawin dan dia pun bertanya

apa sih sebanarnya arti cincin kawin itu ?

lalu dijawab : cincin kawin adalah sebuah lambang tanda kestian cinta , dan biasanya cincin kawin

 juga dimiliki setelah kita menikah , dan itu pun sebagai simbol bahwa kita sudah menikah dan sudah
ada yang memiliki ,,,,,,

dan juga ada artinya dalam sebuah cincin kawin kita dibuat tidak sembarangan , dan dalam sebuah

cincin kawin yang kita buat harus ada artinya ,

dan sebuah pada saat kita memebeli cincin kawin kita harus cari yang betul - betul pas dan cocok

dihati kita , dan itu harus berbentuk bulat , soalnya pada dasarnya dalam kehidupan didunia ini

berputar , dan lingkar juga memiliki simbol yang lain dari yang lain .? soalnya lingkar tersebut

memiliki arti juga yang tidak ada awal dan akhir ? dan kita sebagai pasangan hidup inginnya kita

tidak berakhir dengan pasangan kita ,?

bersama selamanya sehidup semati ? itu yang diiinginkan setiap muslim .?

dan dalam islam sist kita tidak  diperbolehkan untuk bertunangan , terdapat dalam sebuah hadist

Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul 
menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan kami patuh”. Dan mereka itulah
 orang-orang yang beruntung.” (QS. An Nuur: 51). Inilah sifat orang muslim dan beriman. Bukan hanya firman
 Allah yang ia ikuti, namun juga kata Rasulnya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Jumat, 21 Agustus 2015

cincin perak

Mungkin dari sebagian kita masih sangat awam dengan istilah logam mulia palladium. Sebenarnya apa sih perbedaan palladium dan emas putih?
Yuk kita simak ulasan berikut ini :
Logam mulia yang kita sebut emas putih adalah campuran antara emas kuning dan perak dengan komposisi tertentu. Sedangkan palladium adalah campuran antara palladium + perak + alloy. 
Nah supaya lebih paham akan kami jabarkan kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Kelebihan Emas Putih :
  • Sudah sangat familiar di semua kalangan dan dapat diterima oleh semua toko emas
  • Harga emas mengikuti perkembangan harga emas saat ini
  • Dapat dijadikan sebagai investasi emas
Kekurangan Emas Putih :
  • Tidak boleh dipakai oleh laki-laki muslim, karena dalam Islam laki-laki tidak boleh memakai perhiasan emas. Solusinya laki-laki menggunakan palladium, sedangkan wanita emas putih
  • Harga mengikuti standar harga emas saat ini, cenderung lebih mahal daripada palladium
Kelebihan Palladium :
  • Warna seperti perak murni, putih tetapi tidak berbubah warna atau pudar.
  • Logam ini sifatnya lebih keras dari perak, bahkan dari emas sekalipun.
  • Lebih solid dan ringkas
  • Harga lebih murah daripada emas putih
  • Harga per gram sekitar 200.000 - 250.000 dengan kadar logam 50%
  • Sangat cocok dipakai pasangan muslim
Kekurangan Palladium :
  • Masih awam di telinga masyarakat
  • Tidak semua toko menerima palladium saat dijual kembali
Jadi, sudah tau ya perbedaan palladium dan emas putih? Untuk melihat model cincin dengan bahan palladium bisa klik ini ya Model Cincin Kawin Palladium

Selasa, 18 Agustus 2015

mitos cincin tentang cincin kawin

Mitos:

Harus berbentuk lingkaran

Karena lingkaran adalah simbol ketiadaan awal maupun akhir, sehingga perkawinan ‘pasti’ akan berjalan sempurna dan abadi. 
 
Harus dipakai di jari manis tangan kiri

Bangsa Yunani kuno percaya, pembuluh nadi (vena amoris) mengalir dari ujung jari manis tangan kiri menuju jantung (hati). Secara logika, karena tangan kiri lebih jarang digunakan dibanding tangan kanan, cincin kawin yang dipakai di tangan kiri lebih kecil kemungkinannya rusak.

Harus polos, tak berhiaskan apa pun

Hiasan apa pun, meski terlihat mewah, kelak akan menyebabkan gangguan sehingga perkawinan akan berjalan kurang mulus.

Harus berukuran pas di jari tangan

Cincin kawin yang sempit adalah pertanda bahwa kelak perkawinan dipenuhi kecemburuan atau suasana tak nyaman. Sedangkan cincin kawin yang terlalu besar adalah  pertanda ikatan perkawinan yang kendur, sehingga rawan perceraian.

Jangan dipilih di hari Jumat, atau dipakai sebelum upacara perkawinan

Pelanggaran salah satu atau kedua hal ini bisa menyebabkan kegagalan berlangsungnya pernikahan.

Fakta:
Perkawinan abadi hanya bisa ditentukan oleh keteguhan pasangan pengantin yang bersangkutan, untuk menjaga komitmen masing-masing, sedangkan keawetan cincin kawin sangat tergantung pada cara penyimpanan dan perawatan yang dilakukan. Cincin kawin yang sempit akan mengganggu kelancaran aliran darah, sedangkan cincin yang longgar akan mudah terlepas dari jari tangan.

Jumat, 05 Juni 2015

cincin perak

Hal Yang Diharapkan Pria Dari Calon Istri

Ketika kita sudah menjalin suatu hubungan yang serius dengan pasangan kita bahkan sampai menuju perencanaan pernikahan, kita para wanita perlu juga tau mengenai hal yang diharapkan pria dari calon istri

pasangan+pernikahan

Dan, memang benar. Selama ini mungkin memang kita terlalu fokus pada urusan penampilan semata, sampai-sampai kita melewatkan hal-hal yang lebih penting lainnya. Padahal, bila Kamu berani bertanya pada pria, bukan melulu penampilan yang diharapkan oleh mereka dari pendamping hidupnya, melainkan...

Wanita yang supportif
Masih ingat tentang bahasan mengapa pria gemar sekali dengan acara sport? Ya, karena mereka adalah makhluk yang sportif dan berharap juga pasangannya dapat selalu memberikan dukungan.
Sekalipun mereka adalah sosok yang terlihat kuat dan keras kepala, pria adalah makhluk yang sangat haus dukungan (bukan melulu pujian). Ketika mereka merasa selalu didukung, tak hanya kepercayaan diri yang meningkat, namun mereka seperti menemukan energi yang selalu penuh untuk melakukan hal-hal besar di dalam hidupnya.

Keibuan
Dan bukan wanita yang gemar berkata-kata serta bersikap kasar yang dicari para pria. Wanita yang lembut dan keibuanlah yang didambakan menjadi seorang istri. Pasalnya, secara naluri pria ingin agar pendampingnya dapat memberikan perlindungan dan merawat dirinya serta anak-anak dan keturunannya kelak.

Menghormati suami
Emansipasi boleh dijunjung tinggi, tetapi jangan sampai kita salah menafsirkan emansipasi, yang pada akhirnya melukai harga diri pria. Sebagai wanita, kita harus selalu berada di sisinya, untuk memberikan dukungan dan berjalan bersama. Tak ketinggalan kita juga harus menghormatinya sebagai kepala keluarga.
Ya, sekalipun Kamu adalah sosok wanita karier yang sukses dalam pekerjaan Kamu :)

Tak gampang mengeluh
Janji sehidup semati dalam susah maupun senang bukanlah sekedar janji pernikahan yang diucapkan saat menemaikan cincin kawin  , namun sebuah janji yang benar-benar diharapkan oleh para pria dapat dijalani oleh istrinya.
Dalam keadaan susah maupun senang, pria ingin agar pendampingnya dapat selalu memberikan dukungan. Bukan melulu mengeluh ini itu, namun tetap bersemangat dan menunjukkan kebesaran hati.

Istri yang setia
Tak hanya wanita yang menuntut kesetiaan, karena pria juga sangat mendambakan pasangan yang dapat dipercaya dan setia. Ketika sosok pria mendapatkan kepercayaan serta kesetiaan, akan sulit bagi mereka berpaling dari pasangan.
Walaupun tak memungkiri, ada saja pria tak bertanggung jawab yang memanfaatkan kepercayaan serta kesetiaan istri, namun percayalah bahwa memberikan kepercayaan dan kesetiaan pada pasangan tak akan membuat Kamu dirugikan.

Menerima pasangan apa adanya
Sebenarnya sama juga seperti harapan Kamu pada pria, yang ingin agar mereka diterima apa adanya, begitu juga dengan mereka.
Penampilan yang ada saat ini tidaklah kekal, seiring bertambahnya usia kita, tubuh akan menjadi renta. Sehingga dalam keadaan apapun, pria ingin selalu disupport dan diterima apa adanya.

Mencintai keluarga si dia
Bayangkan saja bagaimana perasaannya saat tahu bahwa diam-diam Kamu tak menyukai ibu mertua Kamu.
Oh, ya, sekalipun memang ibu mertua Kamu cerewet dan konservatif, bukan saatnya untuk menabuh genderang perang. Cobalah mencari hal-hal baik dan positif darinya, belajarlah mengambil hatinya dan menjadi menantu kesayangan. Tidak sulit kok sebenarnya, apalagi sikap yang ditunjukkan sang ibu mertua semata-mata adalah sikap seorang ibu yang ingin melindungi anaknya.

Istri sekaligus sahabat
Bila Kamu seringkali mendengar lagu jatuh cinta pada sahabat, mungkin memang cinta seperti itulah yang jauh lebih menyenangkan dan tak menjadi beban.
Menjadi sahabat pasangan adalah yang didambakan oleh pria, tak hanya bisa menuntut, tetapi juga selalu punya waktu untuk mendengarkan dan tidak mengadili. Lihat saja bagaimana para pria bersikap selalu hangat terhadap sahabat mereka. Jika Kamu bisa menjadi pasangan sekaligus sahabat, bukankah itu akan lebih menyenangkan dan menjadi keuntungan lebih bagi Kamu?

Humoris
Bagaimana ia bisa betah di rumah bila yang ada Kamu malah ngomel karena ini dan itu. Memang sih terkadang pria tak selalu bisa rapi setiap saat, tetapi bukan berarti Kamu lantas menegurnya bak anak-anak dan berusaha mengaturnya.
Menyampaikan keinginan lewat joke-joke ringan akan jauh lebih efektif ketimbang Kamu harus menegur dan membuatnya melakukan apa yang Kamu inginkan.

Smart
Bukan berarti Kamu harus menjadi juara kelas dan tahu segala hal, tetapi smart di sini adalah Kamu tahu kapan harus bersikap manja, kapan harus mandiri, kapan harus tegas dan lain sebagainya.
Lantas bagaimana dengan penampilan? Oh tentu saja itu adalah nilai plus bagi Kamu. Dapat selalu tampil mengesankan, cantik bagi si dia, pria mana sih yang dapat menolaknya? Apalagi pria adalah makhluk yang mencintai keindahan. Oh ya, satu lagi, mulai belajar menghidangkan masakan akan menjadi jurus maut yang dapat menaklukkan hatinya.

Kamis, 04 Juni 2015

cincin perak

Lupakan Cinta Yang Tidak Sampai di Pelaminan



saatnya telah tiba,
ketika mentari menceraikan dunia dari terangnya cahaya di ufuk senja
di kala rona merah menemani sang surya tenggelam dalam peraduannya
saat itulah,akhir sejarah cinta kita,...  

saatnya telah tiba,
ketika rembulan meninggalkan kepurnamaannya dalam syahdunya malam
di kala kelamnya malam menemani jiwa yang gelisah dalam ketersiksaannya 
saat itulah, akhir sejarah kerinduan kita,..

saatnya telah tiba,...
ketika diri mengharap keremajaan jiwa dalam kejenuhannya 
di kala cinta memenuhi ruang jiwa dalam puncak kulminasinya 
saat itulah,...
akhir sejarah kisah kita selamat tinggal jiwa yang lama



Semua memang tidak semudah yang dibayangkan. Untaian kata-kata yang menjadi saran dan masukan hanyalah seperti pepesan kosong belaka. Masuk sesaat, lalu semua akan terhempas kembali dengan kenangan-kenangan indah masa lalu.  Kenangan yang membangkitkan gejala akut kerinduan untuk mencapai kerinduan yang dia tidak dapat menjangkaunya. Seolah-olah, terjadi rejeksi diantara asupan internalisasi organ jiwa yang baru. Begitulah sakitnya patah hati. Ketika cinta bertepuk pada sisi angin, ketika tepukan tangan tidak menghasilkan suara cinta dari tangan yang lain, semua seolah-olah menjadi hampa. Dunia seolah-olah mau runtuh. Mungkin berlebihan, tapi kadang itulah kenyataannya. Ada yang tersadar kembali dalam alam realita. Ada yang semakin masuk dalam buaian dahaga kerinduan dan obsesi yang tiada terpuaskan. Disinilah rumus bahwa “cinta tidak harus memiliki tidak berlaku”. Karena bagi sang pecinta, cinta adalah ungkapan kata, belaian sentuhan, tatapan pandangan, dan temu jiwa yang terangkum dalam pertemuan fisik



Inilah cinta, inilah kerinduan diantara jiwa yang bergelora diantara 2 insan yang sedang dilanda gelora orgasme emosional. Ketika cinta tiada berbalas, maka perpisahan di alam dunia seolah menjadi siksaan jiwa baginya. Jika mata tidak saling memandang maka hati tersiksa rindu. Inilah ruang dimensi cinta jiwa itu. Cinta yang terlahir karena bentuk atau rupa, yang sedikit diwarnai dengan indahnya jiwa. Tapi tetap bagaimanapun bentuk dan rupa adalah manifestasi dan pengejahwantahan dari cinta itu sendiri.


Ada yang berhasil memadukan dua jiwa dalam satu bingkai di pelaminan, namun tidak sedikit juga yang berakhir dengan luka mendalam. Tragis memang. Ketika seseorang memberanikan diri masuk dalam dimensi cinta dan tanggung jawab, maka seketika itu pula dia harus bersiap dengan lesatan anak panah kekecewaan dan ketersiksaan yang akan membidik hati dari jiwa sang pecinta. Ketika cinta tidak mendapat restu dari orang tua, maka semua menjadi dilema bagi para pecinta. Cukuplah Qays dan Layla sebagai contoh, cukuplah Zainuddin dan hayati yang menerangkan dalam Tenggelamnya Kapal Vander Wijck.  

Itulah cinta. Berdarah-darah dan penuh tetesan airmata dalam perpisahannya.


Tapi ingatlah, bahwa cinta itu membutakan pelakunya dalam ledakan orgasme emosionalnya. Ketika kisah 2 pecinta berakhir di pelaminan yang berbeda, maka seketika itu pula, 2 insan itu tersadar bahwa ada cinta lain yang sedang menunggu untuk dibingkai dengan indahnya. Ada yang berhasil membingkai ruang cinta baru itu, tapi ada pula yang gagal membingkai hal itu. Perbedaannya adalah, keberhasilan seorang pecinta yang patah hati dan kemudian membingkai ruang cinta baru dalam dirinya dilandasi oleh rasa cinta yang lebih besar daripada ledakan orgasme emosionalnya. Dan cinta yang lebih besar itu bernama cinta penghambaan, cinta kepada Allah SWT.

Para pecinta yang gagal dan merana ketika tidak dapat membingkai dimensi ruang cinta yang baru dan lebih memilih larut dalam hausnya kerinduan dan kenangannya pada orang yang dicintainya tetapi kandas adalah mereka yang lebih memperturutkan perasaan mereka daripada cinta penghambaan kepada Tuhannya. Mereka menjadi budak perasaan. Memang berat, tapi disinilah letak tantangan itu. Ketika tauhid menjadi pertaruhan antara dimensi pilihan yang ada.



Oleh karena itu, lupakanlah cinta yang tidak sampai di pelaminan. Setiap hamba yang dipenuhi cinta kepada Rabbnya yakin bahwa ada cinta lain yang sedang menunggu untuk di bingkai. Ruang cinta jiwa yang penuh dengan aroma keberkahan alam langit.