Jumat, 05 Juni 2015

cincin perak

Hal Yang Diharapkan Pria Dari Calon Istri

Ketika kita sudah menjalin suatu hubungan yang serius dengan pasangan kita bahkan sampai menuju perencanaan pernikahan, kita para wanita perlu juga tau mengenai hal yang diharapkan pria dari calon istri

pasangan+pernikahan

Dan, memang benar. Selama ini mungkin memang kita terlalu fokus pada urusan penampilan semata, sampai-sampai kita melewatkan hal-hal yang lebih penting lainnya. Padahal, bila Kamu berani bertanya pada pria, bukan melulu penampilan yang diharapkan oleh mereka dari pendamping hidupnya, melainkan...

Wanita yang supportif
Masih ingat tentang bahasan mengapa pria gemar sekali dengan acara sport? Ya, karena mereka adalah makhluk yang sportif dan berharap juga pasangannya dapat selalu memberikan dukungan.
Sekalipun mereka adalah sosok yang terlihat kuat dan keras kepala, pria adalah makhluk yang sangat haus dukungan (bukan melulu pujian). Ketika mereka merasa selalu didukung, tak hanya kepercayaan diri yang meningkat, namun mereka seperti menemukan energi yang selalu penuh untuk melakukan hal-hal besar di dalam hidupnya.

Keibuan
Dan bukan wanita yang gemar berkata-kata serta bersikap kasar yang dicari para pria. Wanita yang lembut dan keibuanlah yang didambakan menjadi seorang istri. Pasalnya, secara naluri pria ingin agar pendampingnya dapat memberikan perlindungan dan merawat dirinya serta anak-anak dan keturunannya kelak.

Menghormati suami
Emansipasi boleh dijunjung tinggi, tetapi jangan sampai kita salah menafsirkan emansipasi, yang pada akhirnya melukai harga diri pria. Sebagai wanita, kita harus selalu berada di sisinya, untuk memberikan dukungan dan berjalan bersama. Tak ketinggalan kita juga harus menghormatinya sebagai kepala keluarga.
Ya, sekalipun Kamu adalah sosok wanita karier yang sukses dalam pekerjaan Kamu :)

Tak gampang mengeluh
Janji sehidup semati dalam susah maupun senang bukanlah sekedar janji pernikahan yang diucapkan saat menemaikan cincin kawin  , namun sebuah janji yang benar-benar diharapkan oleh para pria dapat dijalani oleh istrinya.
Dalam keadaan susah maupun senang, pria ingin agar pendampingnya dapat selalu memberikan dukungan. Bukan melulu mengeluh ini itu, namun tetap bersemangat dan menunjukkan kebesaran hati.

Istri yang setia
Tak hanya wanita yang menuntut kesetiaan, karena pria juga sangat mendambakan pasangan yang dapat dipercaya dan setia. Ketika sosok pria mendapatkan kepercayaan serta kesetiaan, akan sulit bagi mereka berpaling dari pasangan.
Walaupun tak memungkiri, ada saja pria tak bertanggung jawab yang memanfaatkan kepercayaan serta kesetiaan istri, namun percayalah bahwa memberikan kepercayaan dan kesetiaan pada pasangan tak akan membuat Kamu dirugikan.

Menerima pasangan apa adanya
Sebenarnya sama juga seperti harapan Kamu pada pria, yang ingin agar mereka diterima apa adanya, begitu juga dengan mereka.
Penampilan yang ada saat ini tidaklah kekal, seiring bertambahnya usia kita, tubuh akan menjadi renta. Sehingga dalam keadaan apapun, pria ingin selalu disupport dan diterima apa adanya.

Mencintai keluarga si dia
Bayangkan saja bagaimana perasaannya saat tahu bahwa diam-diam Kamu tak menyukai ibu mertua Kamu.
Oh, ya, sekalipun memang ibu mertua Kamu cerewet dan konservatif, bukan saatnya untuk menabuh genderang perang. Cobalah mencari hal-hal baik dan positif darinya, belajarlah mengambil hatinya dan menjadi menantu kesayangan. Tidak sulit kok sebenarnya, apalagi sikap yang ditunjukkan sang ibu mertua semata-mata adalah sikap seorang ibu yang ingin melindungi anaknya.

Istri sekaligus sahabat
Bila Kamu seringkali mendengar lagu jatuh cinta pada sahabat, mungkin memang cinta seperti itulah yang jauh lebih menyenangkan dan tak menjadi beban.
Menjadi sahabat pasangan adalah yang didambakan oleh pria, tak hanya bisa menuntut, tetapi juga selalu punya waktu untuk mendengarkan dan tidak mengadili. Lihat saja bagaimana para pria bersikap selalu hangat terhadap sahabat mereka. Jika Kamu bisa menjadi pasangan sekaligus sahabat, bukankah itu akan lebih menyenangkan dan menjadi keuntungan lebih bagi Kamu?

Humoris
Bagaimana ia bisa betah di rumah bila yang ada Kamu malah ngomel karena ini dan itu. Memang sih terkadang pria tak selalu bisa rapi setiap saat, tetapi bukan berarti Kamu lantas menegurnya bak anak-anak dan berusaha mengaturnya.
Menyampaikan keinginan lewat joke-joke ringan akan jauh lebih efektif ketimbang Kamu harus menegur dan membuatnya melakukan apa yang Kamu inginkan.

Smart
Bukan berarti Kamu harus menjadi juara kelas dan tahu segala hal, tetapi smart di sini adalah Kamu tahu kapan harus bersikap manja, kapan harus mandiri, kapan harus tegas dan lain sebagainya.
Lantas bagaimana dengan penampilan? Oh tentu saja itu adalah nilai plus bagi Kamu. Dapat selalu tampil mengesankan, cantik bagi si dia, pria mana sih yang dapat menolaknya? Apalagi pria adalah makhluk yang mencintai keindahan. Oh ya, satu lagi, mulai belajar menghidangkan masakan akan menjadi jurus maut yang dapat menaklukkan hatinya.

Kamis, 04 Juni 2015

cincin perak

Lupakan Cinta Yang Tidak Sampai di Pelaminan



saatnya telah tiba,
ketika mentari menceraikan dunia dari terangnya cahaya di ufuk senja
di kala rona merah menemani sang surya tenggelam dalam peraduannya
saat itulah,akhir sejarah cinta kita,...  

saatnya telah tiba,
ketika rembulan meninggalkan kepurnamaannya dalam syahdunya malam
di kala kelamnya malam menemani jiwa yang gelisah dalam ketersiksaannya 
saat itulah, akhir sejarah kerinduan kita,..

saatnya telah tiba,...
ketika diri mengharap keremajaan jiwa dalam kejenuhannya 
di kala cinta memenuhi ruang jiwa dalam puncak kulminasinya 
saat itulah,...
akhir sejarah kisah kita selamat tinggal jiwa yang lama



Semua memang tidak semudah yang dibayangkan. Untaian kata-kata yang menjadi saran dan masukan hanyalah seperti pepesan kosong belaka. Masuk sesaat, lalu semua akan terhempas kembali dengan kenangan-kenangan indah masa lalu.  Kenangan yang membangkitkan gejala akut kerinduan untuk mencapai kerinduan yang dia tidak dapat menjangkaunya. Seolah-olah, terjadi rejeksi diantara asupan internalisasi organ jiwa yang baru. Begitulah sakitnya patah hati. Ketika cinta bertepuk pada sisi angin, ketika tepukan tangan tidak menghasilkan suara cinta dari tangan yang lain, semua seolah-olah menjadi hampa. Dunia seolah-olah mau runtuh. Mungkin berlebihan, tapi kadang itulah kenyataannya. Ada yang tersadar kembali dalam alam realita. Ada yang semakin masuk dalam buaian dahaga kerinduan dan obsesi yang tiada terpuaskan. Disinilah rumus bahwa “cinta tidak harus memiliki tidak berlaku”. Karena bagi sang pecinta, cinta adalah ungkapan kata, belaian sentuhan, tatapan pandangan, dan temu jiwa yang terangkum dalam pertemuan fisik



Inilah cinta, inilah kerinduan diantara jiwa yang bergelora diantara 2 insan yang sedang dilanda gelora orgasme emosional. Ketika cinta tiada berbalas, maka perpisahan di alam dunia seolah menjadi siksaan jiwa baginya. Jika mata tidak saling memandang maka hati tersiksa rindu. Inilah ruang dimensi cinta jiwa itu. Cinta yang terlahir karena bentuk atau rupa, yang sedikit diwarnai dengan indahnya jiwa. Tapi tetap bagaimanapun bentuk dan rupa adalah manifestasi dan pengejahwantahan dari cinta itu sendiri.


Ada yang berhasil memadukan dua jiwa dalam satu bingkai di pelaminan, namun tidak sedikit juga yang berakhir dengan luka mendalam. Tragis memang. Ketika seseorang memberanikan diri masuk dalam dimensi cinta dan tanggung jawab, maka seketika itu pula dia harus bersiap dengan lesatan anak panah kekecewaan dan ketersiksaan yang akan membidik hati dari jiwa sang pecinta. Ketika cinta tidak mendapat restu dari orang tua, maka semua menjadi dilema bagi para pecinta. Cukuplah Qays dan Layla sebagai contoh, cukuplah Zainuddin dan hayati yang menerangkan dalam Tenggelamnya Kapal Vander Wijck.  

Itulah cinta. Berdarah-darah dan penuh tetesan airmata dalam perpisahannya.


Tapi ingatlah, bahwa cinta itu membutakan pelakunya dalam ledakan orgasme emosionalnya. Ketika kisah 2 pecinta berakhir di pelaminan yang berbeda, maka seketika itu pula, 2 insan itu tersadar bahwa ada cinta lain yang sedang menunggu untuk dibingkai dengan indahnya. Ada yang berhasil membingkai ruang cinta baru itu, tapi ada pula yang gagal membingkai hal itu. Perbedaannya adalah, keberhasilan seorang pecinta yang patah hati dan kemudian membingkai ruang cinta baru dalam dirinya dilandasi oleh rasa cinta yang lebih besar daripada ledakan orgasme emosionalnya. Dan cinta yang lebih besar itu bernama cinta penghambaan, cinta kepada Allah SWT.

Para pecinta yang gagal dan merana ketika tidak dapat membingkai dimensi ruang cinta yang baru dan lebih memilih larut dalam hausnya kerinduan dan kenangannya pada orang yang dicintainya tetapi kandas adalah mereka yang lebih memperturutkan perasaan mereka daripada cinta penghambaan kepada Tuhannya. Mereka menjadi budak perasaan. Memang berat, tapi disinilah letak tantangan itu. Ketika tauhid menjadi pertaruhan antara dimensi pilihan yang ada.



Oleh karena itu, lupakanlah cinta yang tidak sampai di pelaminan. Setiap hamba yang dipenuhi cinta kepada Rabbnya yakin bahwa ada cinta lain yang sedang menunggu untuk di bingkai. Ruang cinta jiwa yang penuh dengan aroma keberkahan alam langit.